Hari Pengentasan Kemiskinan Di Desa Trunya, Br. Bunut Dan Br. Bunut Madya Kecamatan Kintamani

  • 28 Juli 2017
HARI PENGENTASAN KEMISKINAN DI DESA TRUNYA, BR. BUNUT DAN BR. BUNUT MADYA  KECAMATAN KINTAMANI

HARI KEMISKINAN DI KINTAMANI DESA TRUNYA, BR. BUNUT DAN BR. BUNUT MADYA

 

Program Hari Pengentasan Kemiskinan di Desa Trunyan Pemkab Bangli Dirikan Sekolah Satu Atap di Banjar Bunut Ditahun 2017 kembali Pemerintah Kabupaten Bangli membuat program yang pro rakyat yakni program Hari Kamis ( Hari Pengentasan Kemiskinan) mendampingi program sebelumnya seperti Gerbangdesigot dan Gerbang Gita Santi. Program "Hari Kamis" menyasar desa-desa yang tingkat kemiskinannya tinggi.
Mengawali program Hari Kamis Pemkab. Bangli mengunjungi Desa Trunyan tepatnya di Banjar Bunut dan Banjar Madya yang yang KK miskinnya cukup tinggi. letaknya di sebelah Timur Bukit Abang berdekatan dengan daerah Kabupaten Karangasem. Rombongan Pemkab. Bangli dipimpin langsung oleh Bupati Bangli, I Made Gianyar SH, M.Hum didampingi Sekda Kab. Bangli serta OPD terkait diantaranya Dinas Sosial, Dinas PMD, Dinas Kesehatan,Dinas Pendidikan dan Pemuda olah raga, Dinas PU, Dinas Catatan Sipil, Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan, kamis (20/7) Acara yang dipusatkan di wantilan Pura puseh Br. Bunut dan wantilan Pura Subak Br. Madya juga dihari oleh masyarakat dan tokoh masyarat Desa Trunyan dimana rombongan Pemkab. Bangli sekaligus menginap sehari.
Kadis Sosial I Nengah Sukarta dalam laporannya menyampaikan jumlah Kepala Keluarga yang ada di Br Madya sebanyak 208 dengan jumlah KK Miskin sebanyak 169 KK sedangkan di Br. Bunut terdapat 134 KK Miskin. Sementara kegiatan yang sudah dilakukan yakni pengobatan gratis oleh dinas Kesehatan, penyuluhan, monitoring holtikultura oleh Dinas PKP, penyerahan paket sembako, penyerahan bedah rumah sebanyak 3 unit penyerahan paket pakaian bantuan kementrian Sosial, serta penyerahan kursi roda.
Selain itu untuk pengentasan pendidikan sembilan tahun pemkab Bangli di tahun 2017 mendirikan sekolah satu atap di Banjar Bunut dengan jumlah dana 1,1 M pengambilan swakelola, dengan tujuan anak-anak di dua banjar ini bisa semua melanjutkan sekolah di tingkat SMP.

Bupati Bangli I Made Gianyar dalam sambutannya meyampaikan tingkat kemiskinan di Desa Trunyan terutama di dua Banjar yakni Banjar Bunut dan Banjar Madya cukup tinggi untuk itu pihaknya memerintahkan semua OPD yang terkait segera menuntaskannya dan penggarapannya terus berlanjut. Yang masih menjadi persoalan di dua Banjar ini adalah masalah jalan, air, listrik, ekonomi dan pendidikan. Dijelaskannya untuk perbaikan jalan sejatinya pemkab. Bangli sudah menganggarkan di tahun 2016 namun karena gagal tender perbaikan jalan jadi tertunda, untuk itu pihaknya berjanji sampai tahun 2018 perbaikan inprastruktur bisa tuntas. Ditambahkannya, yang menyebabkan orang miskin adalah pendidikan sehingga di tahun 2017 ini kita akan membangun SMP satu atap dan sekaligus pada hari ini mengangkat salah satu warga Banjar Bunut sebagai guru Tidak Tetap selanjutnya nantinya diharapkan para pengajar lainnya berasal dari Desa Trunyan. Untuk itu Pemkab Bangli akan memberikan biasiswa kepada warga Desa trunyan yang kuliah di undiksa dan diharapkan setelah tamat nanti dapat mengajar di Desanya. “ Yang bisa mengentaskan kemiskinan adalah pendidikan dan kerja, untuk bisa bekerja dengan bagus harus berpendidikan”, tegasnya. Sehingga hanya dengan pedidikanlah daerah ini akan terbuka dan lebih maju lagi.

  • 28 Juli 2017

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita