Belajar Kerja Bagi Remaja Putus Sekola

  • 30 Januari 2012
Belajar Kerja Bagi Remaja Putus Sekola

Sampai saat ini fenomena tingginya angka remaja putus sekolah dan tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Penyebab utama persoalan tingginya angka putus sekolah adalah keterbatasan ekonomi. Hal ini menggambarkan strata ekonomi di Indonesia yang lebih dari 30 juta penduduknya masih dibawah garis kemiskinan. Remaja putus sekolah yang miskin ataupun tidak mampu dan termasuk dalam Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti yang tertera pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, merupakan penerus bangsa dimana mereka diharapkan ikut serta dalam membangun Bangsa Indonesia terutama Kabupaten Pakpak Bharat.

Berbagai macam kegiatan dilakukan Pemerintah untuk memajukan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang dalam hal ini remaja putus sekolah, antara lain melalui kegiatan pelatihan keterampilan yang merangsang keahlian dan minat kerja para remaja. Selain itu pelatihan keterampilan juga merupakan salah satu cara yang ditempuh guna memberdayakan masyarakat dalam peningkatan ekonomi masyarakat.

Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, melalui Dinas sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pakpak Bharat menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Keterampilan dan Praktek Belajar Kerja bagi Remaja Putus Sekolah Tahun Anggaran 2011 dengan tujuan menambah keahlian dan minat kerja remaja putus sekolah yang nantinya diharapkan dapat menambah pendapatannya sendiri dan juga dapat menopang ekonomi keluarga.

Pelatihan ini dilaksanakan selama 12 hari kerja dengan jumlah peserta 15 orang remaja putus sekolah yang dilatih oleh narasumber/ Instruktur  profesional di bidang jahit menjahit. Masing-masing peserta memperoleh bahan-bahan pelatihan dan sebuah mesin jahit.

  • 30 Januari 2012

Artikel Lainnya

Cari Artikel